Waspada Ancaman Gempa Megathrust di Indonesia: Potensi dan Mitigasi”

Berita74 Dilihat

​Jagopost.co.id, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyoroti potensi ancaman gempa megathrust di Indonesia, mengingat posisi geografisnya yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia. Kondisi ini menyebabkan Indonesia memiliki 13 segmen megathrust yang berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan besar.

Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, mengungkapkan bahwa salah satu segmen megathrust yang berisiko tinggi terletak di Pantai Selatan Jawa hingga Selat Sunda. Jika segmen ini melepaskan energinya, dapat terjadi gempa berkekuatan hingga magnitudo 8,7 yang berpotensi memicu tsunami dengan ketinggian mencapai 20 meter di pesisir selatan Jawa.

Simulasi yang dilakukan BRIN menunjukkan bahwa tsunami tersebut dapat mencapai pesisir utara Jakarta dengan ketinggian antara 1 hingga 1,8 meter dalam waktu sekitar 2,5 jam setelah gempa terjadi. Wilayah pesisir Banten dan Lampung juga diperkirakan akan terdampak dengan ketinggian gelombang yang bervariasi.

Rahma menekankan pentingnya mitigasi bencana melalui pendekatan struktural dan non-struktural. Pendekatan struktural meliputi pembangunan tanggul penahan tsunami dan pemecah ombak, sementara pendekatan non-struktural mencakup edukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana dan pelatihan evakuasi. Selain itu, penguatan struktur bangunan di daerah perkotaan seperti Jakarta menjadi krusial mengingat kepadatan penduduk dan potensi amplifikasi guncangan akibat kondisi tanah.

Penelitian paleotsunami oleh BRIN mengindikasikan bahwa gempa megathrust di selatan Jawa memiliki periode ulang sekitar 400–600 tahun, dengan kejadian terakhir diperkirakan terjadi pada tahun 1699. Hal ini menunjukkan bahwa akumulasi energi saat ini telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, sehingga kesiapsiagaan dan mitigasi bencana menjadi kunci dalam upaya penyelamatan nyawa dan pengurangan risiko bencana.